Blog Entry TERBUKTI, TELEVISI TAK MEMULIHKAN STRESS Nov 4, '08 1:42 PM
by Abu Djaiz for group kelompokdiskusi
Saat sedang banyak pikiran, tak jarang kita beralih pada televisi, dengan harapan programnya yang menarik bisa meredakan kegalauan. Tepi sebenarnya, benarkah penonton televisi dapat mengurangi stress? Atau, justru sebaliknya?
Percaya atau tidak, menurut penelitian, manfaat menonton televisi dalam mengurangi stres tak ubahnya dengan bila seseorang hanya memandangi tembok kosong alias nihil.
Karenanya, sejumlah pakar Amerika menyarankan, jika anda stres, lebih baik arahkan pandangan keluar jendela untuk melihat pemandangan alam, sebab keasrian alam dapat membantu meringankan stress ringan.
Para periset dari Human Interaction with Nature and Technological System Lab milik University of Washington menggagas penelitian untuk mencari tahu faedah melihat pemandangan alam, baik secara langsung maupun melalui perangkat elektronik, terhadap penurunan tingkat stress seseorang.
Dalam studi ini, peneliti memantau detak jantung seseorang saat langsung dipaparkan dengan alam, melihat pemandangan alam melalui medium elektronik, dan saat memandangi tembok kosong. Ternyata, detak jantung mereka yang melihat pemandangan alam secara langsung berkurang drastis, hingga ke keadaan normal. Sementara mereka yang menonton keindahan alam melalui perangkat televisi mengalami penurunan detak jantung yang tak jauh beda dengan orang yang hanya memandangi tembok kosong.
Penelitian ini melibatkan 90 mahasiswa dan dipublikasikan melalui journal of Environmentasl Psychology.
“Walaupun teknologi dan perkembangannya memang baik dan sangat membantu, kita tidak bisa begitu saja mengabaikan keterikatan kita dengan alam”, tutur Peter Kahn, yang bertindak sebagai pemimpin penelitian ini.
Menurutnya, cara orang tua memperkenalkan alam pada buah hatinya melalui Discovery Channel atau programa televisi lain yang banyak menampilkan alam semesta, tidaklah cukup. “Sebagai manusia, kita perlu berinteraksi langsung dengan alam semesta, demi kesehatan fisik dan mental kita,” simpul Kahn.
Kini,marilah kita menimbang-nimbang. Bila penelitian ini benar, dan menonton tayangan televisi tidak memberikan efek tambahan apapun dibandingkan hanya memandangi tembok kosong, bukankah lebih baik kita pandangi saja dinding di rumah? Karena, saat berlama-lama menonton tayangan televisi, kita akan terpapar dengan radiasi yang sangat besar, dan berpotensi merusak mata. Dua hal tersebut tidak berlaku bila kita han
7 characters @ kipp.org
13 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar